Reza Berawi : Sosialisasi Pancasila Merupakan Penguatan di Tatanan Masyarakat

WARTAPOST.CO.ID, Pringsewu — Anggota Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Lampung, Mohammad Reza Berawi, menegaskan bahwa Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan wawasan Kebangsaan merupakan langkah penting untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat. Penguatan tersebut perlu diwujudkan melalui kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga kerukunan, menghargai keberagaman, dan meningkatkan semangat gotong royong.

Hal itu disampaikan Reza saat menggelar kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Pekon Wates Timur, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Minggu (11/10/2026).

Dalam sambutannya, Reza mengatakan, nilai-nilai Pancasila tidak cukup hanya dipahami sebagai dasar negara atau dihafalkan dalam kehidupan formal. Lebih dari itu, Pancasila harus menjadi pedoman masyarakat dalam membangun interaksi sosial yang harmonis dan menjaga persatuan di tengah perbedaan.

Menurut dia, kegiatan sosialisasi tersebut menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila sekaligus menumbuhkan kesadaran tentang wawasan kebangsaan.

“Kalau bicara ideologi Pancasila, rasanya sangat baik jika disosialisasikan dalam kehidupan keseharian kita. Nilai-nilai Pancasila harus hadir dalam kegiatan dan interaksi sosial di tengah masyarakat,” ujar Reza.

Lebih lanjut, Anggota Komisi I DPRD Provinsi Lampung juga menyoroti keberagaman masyarakat Lampung yang terdiri atas berbagai suku bangsa dan latar belakang budaya. “Kondisi ini, menjadi kekuatan sekaligus modal penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.

Bahkan, Reza menyebut Lampung sebagai miniatur Indonesia karena masyarakatnya hidup berdampingan dengan beragam identitas suku dan budaya. Keberagaman itu, kata dia, perlu dirawat melalui sikap saling menghormati, toleransi, serta kesadaran bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah belah.

Ia menilai, berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat tidak seharusnya langsung dikaitkan dengan perbedaan suku, agama, maupun golongan. Karena itu, penguatan wawasan kebangsaan diperlukan agar masyarakat mampu menyikapi persoalan secara bijaksana dan tidak mudah terprovokasi.

“Alhamdulillah, Lampung memiliki keberagaman yang luar biasa. Ketika terjadi persoalan di tengah masyarakat, kita harus melihatnya secara bijak dan tidak menjadikan perbedaan suku, agama, atau golongan sebagai alasan untuk menimbulkan perpecahan,” tuturnya.

Reza berharap, melalui kegiatan sosialisasi tersebut, masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga persatuan serta menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.

“Di forum ini, saya mengajak peserta untuk mengikuti pemaparan narasumber dengan baik agar materi yang disampaikan dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pekon Wates Timur, Sugianto, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Reza yang telah tiga kali mengunjungi pekon tersebut dalam kegiatan bersama masyarakat.

Menurut Sugianto, kegiatan sosialisasi pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan memiliki manfaat penting dalam memperluas pemahaman masyarakat mengenai nilai-nilai kebangsaan. Ia berharap, pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diteruskan kepada keluarga, tetangga, dan lingkungan sekitar.

“Saya berharap apa yang disampaikan Pak Reza nanti dapat dipahami dan ditularkan kepada keluarga, tetangga, serta saudara, sehingga pemahaman tentang ideologi Pancasila tidak berhenti di Wates Timur saja,” kata Sugianto.

Ia menambahkan, salah satu nilai penting yang perlu terus diperkuat di tengah masyarakat adalah semangat gotong royong. Menurutnya, budaya gotong royong menjadi fondasi dalam mendukung berbagai kegiatan dan menjaga hubungan sosial agar tetap harmonis.

Sugianto menilai, apabila semangat gotong royong terus dipelihara di setiap lingkungan, berbagai kegiatan masyarakat akan lebih mudah dilaksanakan karena tumbuhnya kepedulian dan rasa tanggung jawab bersama.

“Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, diharapkan pemahaman mengenai ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan semakin mengakar di tengah masyarakat. Dengan demikian, nilai persatuan, toleransi, dan gotong royong dapat terus menjadi landasan dalam menjaga kehidupan sosial yang rukun, harmonis, dan berkeadaban,” tegasnya.

Related posts